Surah Yasin Ayat 51 dan 52 Bantahan terhadap Adanya Azab Kubur

Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.

Pak ustad, sehubungan adanya pertanyaan seseorang dalam media tanya jawab yang ustazd asuh ini, bahwa berdasarkan surah yasin ayat 51& 52 azab kubur itu tidak ada, karena menurut arti dari surah tersebut.bahwa orang yang meninggal itu tidak disiksa tetapi tertidur menunggu hari kiamat.

Untuk itu saya yang awam ini mohon dijelaskan agar tidak menimbulkan pertanyaan lagi mengenai hal ini. Sebab ini penting jangan sampai menurut ustad orang yang tidak percaya azab kubur termasuk kafir.

Lalu apa maksud sebenarnya dari arti ayat tersebut?Terimakasih

Wassalam

Irham

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ayat yang anda tanyakan itu adalah ayat ke-52 dari surat Yasin yang teksnya sebagai berikut:

قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

Mereka berkata, “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).(QS. Yaasiin: 52)

Membaca sekilas terjemahan ayat ini memang bisa saja membuat kita jadi tidak percaya adanya siksa kubur. Sebab ayat ini menggambarkan bahwa orang di dalam kubur itu sedang tertidur. Lalu tiba-tiba dibangunkan, sehingga seolah-olah tidak ada siksa kubur.

Buat orang yang tidak pernah belajar ilmu tauhid atau ilmu tafsir, bisa saja terkecoh dengan kesimpulan keliru yang dibuat-buat untuk membelokkan aqidah. Apalagi baca ayatnya hanya sepotong-sepotong, tanpa pernah punya kemampuan untuk memahami penjelasan para ulama yang tersebar di dalam kitab tafsir.

Padahal seharusnya, kalau kita ada masalah dengan penafsiran suatu ayat, sebaiknya kita buka kitab tafsir. Ambillah yang sederhana, misalnya kitab tafsir Ibnu Katsir.

Tafsir Ibnu Katsir: Tafsir Al-Quran Al-Adzhim

Kita menemukan surat Yasin dalam kitab tafsir ini berada pada jilid 11. Sedangkan ayat 52 terletak pada halaman 368. Di sana disebutkan oleh penulisnya, Ibnu Katsir, bahwa meski ada keterangan bahwa orang di alam kubur dalam keadaan tidur lalu dibangunkan, tidak berarti bahwa siksa kubur itu tidak ada.

Sebab dibandingkan dengan dashyatnya adzab neraka betulan, adzab kubur itu jauh masih lebih ringan. Sehingga hanya seperti orang lagi tidur saja.

Dijelaskan di kitab tersebut bahwa setelah disiksa di alam kubur dan sebelum dibangkitkan di hari kiamat, orang-orang akan ditidurkan sejenak. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh Ubay bin Ka’ab, Qatadah, Mujahid dan Al-Hasan.

Tafsir Ad-dur Al-Mantsur

Kalau kita masih kurang yakin dengan penjelasan Ibnu katsir, mari kita buka koleksi kitab kita yang lain. Misalnya kita bukan kitab Tafsir Ad-dur Al-Mantsur.

Dalam kitab ini disebutkan bahwa Al-Anbari menyebutkan dari Ubay bin Kaab bahwa orang-orang di dalam kubur akan ditidurkan sejenak sebelum dibangkitkan lagi di hari kiamat. Tidur itu hanya sejenak sebagai istirahat setelah mereka disiksa di alam kubur.

Sebelum dibangkitkan di hari kiamat, ada jeda sebentar bagi mereka yaitu ditidurkan sejenak. Nah, lagi enak-enaknya tidur, tiba-tiba mereka dibangunkan kembali untuk dibangkitkan, yaitu kebangkitan kembali di hari kiamat.

Silahkan periksa di kitab Ad-dur Al-Mantsur jilid 12 halaman 359.

Kemudian juga ada penjelasan dari para ulama tafsri lain seperti Al-Firyabi, Abdu Ibnu Humaid, Ibnu Jarir, Ibnul Munzir, dan Ibnu Abi Hatim. Mereka semua mengemukakan juga bahwa manusia di alam kubur setelah disiksa, akan ditidurkan sebentar sebelum hari berbangkit tiba.

Ketika dibangkitkan lagi dari tidur sejenak mereka itulah orang-orang kaifr protes, sebab lagi enak tidur, tiba-tiba dibangunkan untuk kembali di adzab, namun kali ini dengan adzab yang lebih pedih, lebih keras dan lebih menyakitkan.

Maka mereka pun mengeluh, Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?”

Reaksi Orang Mukmin

Mujahid berkata bahwa bagi orang yang beriman, mereka pun juga akan pengalami peniduran sejenak sebelum nanti dibangkitkan di hari kiamat. Namun karena mereka mendapati kenikmatan mereka akan bertambah, maka jawaban mereka lain dari jawaban orang kafir. Jawaban orang yang beriman ketika dibangunkan kembali adalah jawaban penuh kemenangan.

Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

Tafsir Ruhul Ma’ani: Al-Alusy

Bagaimana? Masih penasaran dan kurang yakin? Tidak apa-apa. Mari kita buka lagi kitab tafsir yang lainnya. Kali ini kita buka kitab Tafsir Ruhul Ma’ani karya Al-Alusy.

Dalam kitab tafsir ini ada tambahan sedikit selain keterangan seperti yang di atas dari Ibnu Abbas. Beliau mengatakan bahwa Allah SWT mengangkat adzab kubur sejenak di antara dua tiupan, sehingga orang-orang yang ladi disiksa tertidur kelelahan.

Ketika tiupan kedua terjadi, maka bangunlah mereka dan melihat bahwa adzab neraka jauh lebih dahsyat lagi. Sehingga berkomentarlah mereka seperti yang ada di dalam ayat ini.

Penutup

Demikian sedikit penjelasan atas tafsir ayat ke-52 dari surat Yasin, semoga kita tidak lantas menjadi pengingkar adzab kubur, wal ‘iaydzhu billah.

Alangkah baiknya kalau kia serahkan saja masalah akidah kepada ahli akidah dan masalah tafsir Al-Quran kepada ahli tafsir. Setidaknya kalau bicara masalah akidah, kita harus merujuk ke kitab akidah. Dan kalau berbicara masalah tafsir, sangat wajar kalau kita merujuk kepada kitab tafsir.

Alangkah naifnya kalau kita tetap ngotot tidak percaya kepada adzab kubur, padahal kita mengaku memperjuangkan agama Islam, namun ternyata cara kita memahami agama ini masih tidak profesional, karena tidak merujuk kepada kitab-kitab yang muktamad.

Sayang sekali kalau ternyata kita bertaqlid kepada pendapat orang yang bukan ahli di bidangnya, bukan ahli tafsir dan bukan ahli ilmu akidah. Mungkin dia ahli di bidang tertentu tapi bukan ahli di bidang akidah dan tafsri. Mungkin dia berpendapat sekedar pendapat pribadi yang masih ada kemungkinan benar dan salah.

Jangan sampai kita hanya karena sekedar ikut-ikutan tanpa punya ilmu, lalu jadi pengingkar hal yang sudah qath’i disepakati oleh para ulama, dan dilandasi oleh hadits-hadits shahih dari Rasulullah SAW.

Semoga Allah SWT membukakan hati kita untuk bisa menerima kebenaran meski dari orang yang kita tidak suka. Semoga kerahiman Allah SWT itu juga ikut membuat hati kita saling mencinta di dalam memahami ayat-ayat Quran, Amien.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 

dihasilkkan oleh ust. Ahmad Sarwat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: